Kamis, 18 Okt 2018
  • Home
  • Berita
  • Persidangan
  • Terima Aanmaning Dari Pengadilan, Perusahaan Asuransi Akhirnya Kembalikan Ijazah

Terima Aanmaning Dari Pengadilan, Perusahaan Asuransi Akhirnya Kembalikan Ijazah Mantan Pekerja

Setelah Pekerja di PHK, Ijazahnya Dikuasai Perusahaan Selama 2 Tahun 7 Bulan
Betty Maria Senin, 21 Mei 2018 06:33 WIB
Larasonline.com

Setelah menerima dua kali peringatan (aanmaning) dari Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta PT. Asuransi Sinar Mas (PT. ASM) akhirnya kembalikan ijazah asli Ardi Selan mantan pekerjanya. Ijazah ini sudah dua tahun tujuh bulan dikuasai PT. ASM sejak Ardi mengalami PHK tanggal 20 Oktober 2015. Penyerahan ijazah dilakukan tanggal 18 Mei 2018 di Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta. Bilaludin, S.H., M.H., Jurusita Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta (tengah) menunjukkan Ijazah asli Ardi Selan yang diterima dari Kuasa Hukum PT ASM Johan Nataniel Ega, SH, (sebelah kanan berkemeja batik) sebelum diserahkan kepada advokat Hasan Lumban Raja, S.H., M.H., (sebelah kiri) dari Lembaga Bantuan Hukum Trisila Jakarta, Kuasa Hukum Ardi Selan.

Jakarta.


Para pekerja yang ijazahnya masih dikuasai mantan perusahaan tempatnya bekerja boleh berlega hati. Pengadilan Hubungan Industrial berpihak kepada pekerja. Melalui Putusan tanggal 19 Desember 2016 Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta, menetapkan hukum yang menyatakan setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan wajib mengembalikan ijazah mantan karyawan yang masih dikuasainya. Putusan ini dijatuhkan dalam perkara antara Ardi Selan melawan PT. Asuransi Sinar Mas (PT. ASM).

Putusan perkara Ardi vs PT. ASM berkekuatan hukum tetap setelah Mahkamah Agung melalui putusan tanggal 05 Juni 2017 menolak permintaan kasasi dari PT. ASM. Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta yang menyatakan ijazah mantan karyawan harus dikembalikan setelah pemutusan hubungan kerja.


Pertimbangan hukum Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta mengabulkan gugatan Ardi silahkan Klik tautan berikut: Bolehkah Perusahaan Tahan Ijazah Setelah Karyawan di-PHK?


Meskipun putusan sudah berkekuatan hukum tetap PT ASM kelihatannya enggan menjalankan hukum yang menguntungkan mantan pekerjanya. Menurut Sistem Penelusuran Informasi Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, PT ASM sudah menerima pemberitahuan putusan kasasi tanggal 28 November 2017. Sejak saat itu Putusan sudah berkekuatan hukum tetap dan pihak yang kalah wajib melaksanakannya.

Karena sampai dengan tanggal 30 Januari 2018 ijazah asli belum juga dikembalikan, LBH Trisila Jakarta selaku Kuasa Hukum Ardi Selan mengajukan permintaan pelaksanaan putusan berdasar Pasal 196 RIB kepada Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta.

Pasal 196 Reglemen Indonesia Diperbaharui (RIB) mengatur mengenai pelaksaan aanmaning atau peringatan kepada pihak yang kalah agar melaksanakan putusan dalam tempo delapan hari. Bunyi selengkapnya Pasal 196 RIB: "Jika pihak yang dikalahkan tidak mau atau lalai memenuhi isi putusan itu dengan damai, maka pihak yang yang menang memasukkan permintaan, baik dengan lisan, maupun dengan surat, kepada Ketua Pengadilan Negeri tersebut pada ayat pertama Pasal 195, buat menjalankan putusan itu Ketua menyuruh memanggil pihak yang dikalahkan itu serta memperingatkan, supaya ia memenuhi putusan itu dalam tempo yang ditentukan ketua, yang selama-lamanya delapan hari."

Permintaan pelaksanaan putusan ditindaklanjuti Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta dengan pemberian aanmaning atau peringatan pertama kepada PT. ASM tanggal 08 Mei 2018. Selanjutnya peringatan kedua disampaikan tanggal 15 Mei 2018.



Pengadilan memperingatkan PT ASM untuk mengembalikan ijazah mantan karyawannya bernama Ardi Selan tanpa suatu syarat apapun lagi. Bila tidak dilaksanakan paling lama dalam delapan hari maka sesuai Pasal 197 RIB akan dilaksanakan sita eksekusi.

Mendapat dua kali peringatan (aanmaning) dari Pengadilan, PT ASM pun mengembalikan Ijazah mantan karyawan yang sudah dikuasainya dua tahun tujuh bulan sejak terjadinya PHK. Hari Jumat tanggal 18 Mei 2018 sekitar pukul 11.00 Wib di Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta, PT. ASM diwakili kuasa hukumnya menyerahkan ijazah asli Ardi Selan kepada Jurusita Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta.

Selanjutnya Jurusita menyerahkan ijazah asli tersebut kepada Ardi Selan yang diterima oleh kuasa hukumnya advokat Hasan Lumban Raja, S.H., M.H., dari Lembaga Bantuan Hukum Trisila Jakarta. Pengembalian ijazah ini kemudian dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh Kuasa hukum PT. Asuransi Sinar Mas, Kuasa Hukum Ardi Selan dan Jurusita Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Bilaludin, SH.

Hasan Lumbanraja, S.H., M.H., mengapresiasi Putusan Pengadilan Hubungan Industrial yang berpihak kepada kepentingan pekerja. "Putusan dalam perkara ini menerima dalil hukum yang kami tuangkan dalam gugatan. Ijazah asli sudah semestinya dikembalikan perusahaan kepada pekerja ketika PHK terjadi. Seketika terjadi pemutusan hubungan kerja, hubungan hukum antara pekerja dengan perusahaan yang didasarkan pada perjanjian kerja berakhir. Perusahaan tidak mempunyai dasar hukum apapun lagi untuk menahan ijazah mantan karyawannya. Putusan ini bisa menjadi jurisprudensi untuk kasus-kasus yang serupa" jelas Hasan.

"Kebijakan perusahan menahan ijazah asli mantan pekerjanya mengakibatkan pekerja berada dalam posisi sulit. Pekerja yang sudah tidak bekerja lagi (job less) untuk bertahan hidup harus punya penghasilan melalui bekerja di tempat lain. Sementara itu pekerja tidak pegang ijazah asli yang menjadi syarat untuk melamar pekerjaan baru. Sebenarnya sangat manusiawi bila pekerja meminta ijazahnya dikembalikan setelah pemutusan hubungan kerja.", ditambahkan Hasan.

Hasan juga menyesalkan pengembalian ijazah asli Ardi harus menunggu adanya peringatan (aanmaning) dari Pengadilan. "Sejak putusan berkekuatan hukum tetap tanggal 28 November 2017, sudah timbul kewajiban hukum PT ASM untuk mengembalikan ijazah. Namun tidak dilaksanakan. Selain alasan hukum, menurut pertimbangan kemanusiaan seharusnya ijazah pekerja segera dikembalikan setelah putusan berkekuatan hukum tetap tanpa menunggu aanmaning. Apalagi sudah dua tahun tujuh bulan ijazah asli Ardi dikuasai PT ASM" tegas Hasan.

Menurut Hasan, selain Ardi masih ada dua orang lagi mantan karyawan PT. ASM yang belum dikembalikan ijazah aslinya walaupun sudah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. "Ada tiga orang mantan pekerja PT ASM yang memberikan kuasa kepada LBH Trisila Jakarta untuk mengajukan gugatan karena ijazahnya tidak dikembalikan setelah PHK. Sama seperti dalam kasus Ardi, PT. ASM sampai sekarang belum melaksanakan putusan untuk dua kasus lainnya secara sukarela. Kami sudah meminta Pengadilan memperingatkan PT ASM agar kembalikan ijazah dua orang mantan pekerjanya tersebut" tutup Hasan.



Ardi Selan, bekerja sebagai karyawan bagian marketing PT. ASM sejak 03 Maret 2014 sampai dengan 20 Oktober 2015. Ardi mengalami pemutusan hubungan kerja tanggal 20 Oktober 2015 karena tidak mencapai target pemasaran (underperformed). Walaupun sudah di-PHK ijazah asli Ardi tidak langsung dikembalikan. Ijazah Ardi baru akan dikembalikan bila Ardi bersedia membayar kompensasi atas terjadinya PHK kepada PT. ASM berupa denda atau uang penalti sejumlah Rp. 35.100.000,- (tiga puluh lima juta seratus ribu rupiah).

Sampai dengan berita ini diterbitkan, Kuasa Hukum PT. Asuransi Sinar Mas yang dimintai konfirmasi melalui pesan singkat oleh Larasonline.com (19/05/2018) mengapa ijazah asli Ardi tidak langsung dikembalikan setelah PT. ASM menerima pemberitahuan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap tanggal 28 November 2017 tidak memberikan keterangan.

T#gs Hasan Lumban RajaLBH Trisila JakartaPengadilan Hubungan Industrial Jakarta PusataanmaningPerusahaanTahan Ijazah Karyawan
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments