Sabtu, 26 Mei 2018

Saksi Verbalisan Bilang BAP Tanpa Intimidasi dan Kekerasan, Terdakwa Membantah

Penasihat Hukum Akan Ajukan Saksi Adecharge
Suci Rabu, 07 Februari 2018 14:43 WIB

Keterangan Gambar : Suasana Persidangan Pengadilan Negeri Medan

Medan, Sumatera Utara

Pengadilan Negeri Medan pada 07 Februari 2018 menggelar sidang nomor : 3590/Pid.B/2017/PN Mdn. Terdakwa TT, terdakwa AAT dan HW disidangkan karena diduga melakukan penganiayaan. Persidangan hari itu agendanya pemeriksaan saksi.

Jaksa Penuntut Umum Marthias Iskandar, S.H., menghadirkan dua orang saksi dalam sidang. Saksi pertama A. Sihotang selaku penyidik Polsek Medan Helvetia atau saksi verbalisan. Saksi A. Sihotang disumpah sebelum bersaksi. A. Sihotang menjelaskan penetapan tersangka yang dilakukan oleh Penyidik sudah sesuai prosedur, selama melakukan pemeriksaan Penyidik maupun petugas kepolisian yang lain tidak ada melakukan intimidasi maupun kekerasan fisik kepada para tersangka.

Saksi kedua, Jojon mengaku sebagai masyarakat yang tinggal disekitar tempat kejadian perkara menyampaikan benar ada melihat terjadinya pemukulan yang dilakukan oleh ketiga terdakwa terhadap korban.

Atas kesaksian A. Sihotang dan Jojon, ketiga terdakwa menanggapi dengan menyatakan semuanya bohong. Terdakwa mengaku dari awal diperiksa mengalami intimidasi serta dipukuli sehingga terpaksa mengaku. Menurut Terdakwa saksi Jojon tidak ada melihat kejadian, karena baru datang setelah kejadian. "Kami punya saksi yang melihat langsung kejadian" ucap para terdakwa.

Yuli Arlianti, S.H., M.H., Penasihat Hukum dari LBH Trisila Sumatera Utara yang mendampingi para terdakwa di persidangan, menyampaikan kepada majelis hakim akan menghadirkan saksi Adecharge (saksi meringankan) pada persidangan berikutnya.

Sidang ditutup untuk dilanjutkan tanggal 14 Februari 2018 dengan agenda saksi meringankan dari Terdakwa.

Diluar persidangan Yuli Arlianti, S.H., M.H., didampingi Madonna Putri Tampubolon, S.H., menyampaikan kepada Larasonline.com, pengajuan saksi Adecharge untuk membuktikan kebenaran secara keseluruhannya. "Agar Majelis Hakim mempunyai pertimbangan yang kuat dalam membuat putusan, dan mudah-mudahan dapat menguntungkan Klien", tutupnya.

T#gs Bantuan HukumLBH Trisila Sumatera UtaraPengadilan Negeri MedanPolsekta Medan HelvetiaSidang No.3590/Pid.B/2017/PN MdnSidang No 3590 Pid B 2017 PN MdnSidang No.3590/Pid.B/2017/PN.Mdn
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments