Kamis, 18 Okt 2018
  • Home
  • Berita
  • Umum
  • Ikuti Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendapatkan Informasi Bantuan Hukum Gratis

Ikuti Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendapatkan Informasi Bantuan Hukum Gratis

Betty Maria Rabu, 23 Mei 2018 17:36 WIB
larasonline.com

Keterangan Photo: Spanduk kegiatan pemberdayaan masyarakat di Rutan Pondok Bambu tanggal 23 Mei 2018 (atas), Gunawan Lumban Raja (berbaju batik), menyampaikan informasi tentang persyaratan mendapat bantuan hukum gratis (kanan bawah), narasumber Hasan Lumban Raja, S.H., M.H., Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Trisila Nusantara sedang berdialog dengan para peserta (kiri bawah)


Jakarta.


Pemberdayaan Masyarakat adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) untuk merealisasikan Undang-Undang No.16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum kepada masyarakat. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Jakarta sebagai salah satu Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang sudah terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan HAM mengadakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Jakarta Timur atau yang biasa dikenal Rutan Pondok Bambu.

Rutan Pondok Bambu tidak hanya menampung masyarakat biasa yaitu para wanita yang terjerat masalah hukum seperti Jessica dalam kasus Sianida tetapi juga para selebritis seperti Jeniffer Dunn dan Pretty Asmara akibat penyalahgunaan narkotika pernah di tahan di Rutan ini.

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang diadakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Jakarta pada tanggal 23 Mei 2018 jam 10.00 Wib, diikuti oleh para tahanan wanita di Rutan Pondok Bambu. Peserta yang berjumlah 13 (tiga belas) orang wanita didampingi Tahanan Pendamping (Tamping) dibawa masuk ke dalam ruangan Bantuan Hukum untuk mengikuti Penyuluhan Hukum.

Hadir sebagai narasumber Hasan Lumban Raja, SH. MH., Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Nusantara dan moderator kegiatan yaitu Gunawan Lumban Raja. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat juga didampingi Juharyanti yang merupakan Staff Subseksi BHPT di Rutan Pondok Bambu.

Durasi kegiatan berlangsung selama 2 (dua) jam, para tahanan terlihat sangat interaktif selama mengikuti kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. Para peserta yaitu para tahanan tidak dikenakan biaya selama mengikuti kegiatan Pemberdayaan Masyarakat sebab Pemerintah sudah menyediakan anggaran Bantuan Hukum melalui Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang sudah terakreditasi.

Pada pembukaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Jakarta melalui moderator Gunawan Lumban Raja memperkenalkan Program Bantuan Hukum Gratis secara singkat kepada para peserta. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi "Pembelaan Dalam Proses Peradilan" oleh Hasan Lumban Raja, SH. MH.

Selama kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini, para peserta atau tahanan wanita diajak untuk aktif menceritakan masalah hukum yang sedang dihadapinya. Secara bergiliran mereka bercerita singkat tentang pelanggaran hukum yang mereka lakukan dan Pasal yang dikenakan kepada mereka. Ada 11 (sebelas) orang peserta yang dikenakan Pasal 112 dan 114 terkait Undang-Undang Narkotika dan sisanya perkara Pencurian.



Para peserta atau tahanan wanita berjumlah 13 (tiga belas) orang ini mengaku sebelumnya tidak pernah terlibat masalah hukum dan mereka masih bingung tentang cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah hukum yang sedang mereka hadapi. Mereka juga mengatakan bahwa untuk menyewa jasa Pengacara sebagai pembela membutuhkan biaya yang besar karena mereka hanya ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.

Ketika Hasan Lumban Raja, SH. MH., bertanya kepada seorang peserta yang terlibat kasus penjualan narkotika tentang alasannya menjual narkoba, peserta tersebut menjawab untuk menambah penghasilan di rumah. Hasil dari transaksi narkotika yang didapatkannya sebesar Rp100.000,- (seratus ribu Rupiah) untuk 1 (satu) kali transaksi.

Narkotika bukan hanya dikonsumsi oleh orang yang mampu tetapi masyarakat biasa juga bisa ikut menikmatinya dengan harga yang terjangkau. Walaupun hanya menjual tanpa ikut mengonsumsi narkotika tersebut, hal itu tetap saja melanggar Undang-undang.

Pemberdayaan Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang terpercaya dan komunikatif antara para tahanan dan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) dengan adanya dialog langsung. Setelah mengikuti kegiatan Pemberdayaan Masyarakat, para tahanan wanita ini diharapkan dapat mengetahui masalah hukum yang sedang dihadapi, lama masa penahanan yang seharusnya dan tindakan (upaya) pembelaan yang dapat dilakukan para tahanan miskin melalui Bantuan Hukum yang telah disediakan oleh Negara.


Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila selama 2 (dua) jam di akhiri dengan salam penutup "Keadilan Bahagiakan Semua" yang diucapkan oleh para peserta atau tahanan wanita. Di akhir kegiatan ini, ada 7 (orang) peserta miskin yang mengajukan diri dan mengisi formulir untuk mengikuti Program Bantuan Hukum gratis melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Jakarta.





T#gs Gunawan Lumban RajaHasan Lumban RajaLembaga Bantuan Hukum Trisila Jakartaorganisasi bantuan hukumPemberdayaan MasyarakatRutanYayasan LBH Trisila Nusantara
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments