Kamis, 13 Des 2018
  • Home
  • Berita
  • Umum
  • Fakta Ini Buktikan, Bagi Terpidana Miskin Rehabilitasi Lebih Manusiawi Dari Penj

Fakta Ini Buktikan, Bagi Terpidana Miskin Rehabilitasi Lebih Manusiawi Dari Penjara

Betty Maria Minggu, 08 Juli 2018 13:19 WIB
Larasonline.com

Kolase Photo Trianto alias Bom. Photo kiri: sesaat setelah Trianto dikeluarkan dari Rutan Cipinang sebelum menjalani rehabilitasi. Photo ini diambil tanggal 28 Maret 2018. Saat itu Trianto sudah menjalani masa pidana selama satu tahun dua bulan penjara di Rutan Cipinang. Photo Kanan: Diambil tanggal 06 Juli 2018 atau setelah Trianto menjalani rehabilitasi selama lebih kurang empat bulan di RSKO Cibubur.

Jakarta.


Masih ingat dengan Trianto? Ia tahanan miskin yang terjerat kasus narkotika yang sebelumnya di tahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cipinang Jakarta Timur. Para pembela Trianto dari LBH Trisila Jakarta berjuang agar Ia dikeluarkan dari Rutan Cipinang guna menjalani rehabilitasi.


Majelis Hakim Pegadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkannya dan memerintahkan Trianto menjalani rehabilitasi medis dan sosial di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur secara gratis. Berita selengkapnya lihat disini: "AkhirnyaTerpidana Miskin Penerima Bantuan Hukum Gratis Dapat Rehabilitasi"


Mengejutkan melihat perbedaan yang terjadi pada diri Trianto saat sebelum rehabilitasi dan setelah menjalani rehabilitasi.



Sebelum rehabilitasi, Trianto menjalani penahanan selama dua bulan di Rumah Tahanan Negara Polres Jakarta Selatan. Penahanan dilanjutkan selama satu tahun di Rumah Tahanan Negara Cipinang Jakarta Timur. Tanggal 28 Maret 2018, Trianto dikeluarkan dari Rumah Tahanan Negara Cipinang untuk menjalani rehabilitasi medis di RSKO Cibubur.


Saat petugas Kejaksaan menyerahkan Trianto ke RSKO Cibubur, Larasonline.com melakukan peliputan dan mengambil beberapa photo Trianto. Dalam dokumentasi photo tanggal 28 Maret 2018 terlihat Trianto sangat kurus, tubuh secara keseluruhan tidak terurus. Mata cekung dengan tatapan kosong. Kulit sangat kusam dan gelap. Ini keadaan Trianto setelah menjalani masa pidana satu tahun penjara di Rutan Cipinang.


Surikah, ibu kandung Trianto ditemui di RSKO Cibubur (06/07/2018) mengamini keadaan Trianto selama setahun dipenjara di Cipinang. Surikah mengatakan saat menjenguk Trianto semasih ditahan di Rutan Cipinang biasanya membawa 6 (enam) nasi bungkus dan 2 (dua) bungkus besar tempe orek. Makanan ini untuk dibagi dengan tahanan lainnya, "Kasian (para tahanan), ujar Surikah.


"Kalau sekarang bawanya 2 (dua) nasi bungkus saja, karena Rumah Sakit (RSKO Cibubur) sudah menyediakan makanan untuk pasien", dijelaskan Surikah.


Surikah terlihat ditemani oleh kerabatnya bernama Ibu Pon. " Bapaknya (ayah Trianto) tidak pernah menjenguk Trianto selama di tahan di Rutan Cipinang maupun saat Trianto menjalani pengobatan rehabilitasi di RSKO Cibubur. Sudah tua dan sulit berjalan", jelas Surikah.


Ketika ditanya mengenai perbedaan di Rutan Cipinang dengan di RSKO Cibubur, Surikah mengatakan "lebih enak menjenguk di sini (RSKO Cibubur), lebih puas kalau ketemu. Kalau ke Cipinang (Rutan) jauh banget, ketemunya juga cuma 1 (satu) jam. Nunggunya lama karena antriannya banyak, ". Ditambahkan Surikah yang mengaku tinggal di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan. "Kalau disini (RSKO Cibubur), hari Rabu bisa datang berkunjung jam 10.00 pagi sampai jam 1 siang. Saya juga bawa baju ganti untuk Trianto".



Setelah menjalani rehabilitasi selama lebih kurang empat bulan, Trianto tampak bugar dan berat badannya naik dari sebelum masuk ke RSKO Cibubur. Surikah bahkan mengatakan,"Sekarang celananya (Trianto) pada gak muat karena pertambahan berat badan anaknya".


Di konfirmasi ke Surikah apakah pernah berkonsultasi dengan Dokter yang merawat Trianto? Surikah mengatakan, "Baru hari ini ngobrol dengan Dokternya, katanya (Dokter) tanggal 11 Juli 2018 nanti mungkin Trianto sudah bisa keluar dari Rumah Sakit (RSKO Cibubur)."


Kolase Photo. Sebelah Kiri: Trianto bersama Ibunya Surikah (Photo diambil tanggal 28 Maret 2018, Setelah Trianto menjalani penjara satu tahun dua bulan di Rutan Cipinang). Sebelah Kanan: Trianto bersama ibunya Surikah (Photo diambil tanggal 06 Juli 2018 atau setelah Trianto menjalani rehabilitasi selama empat bulan).


Trianto saat ditemui di ruang konseling mengatakan lebih nyaman menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur daripada selama menjalani penahanan di Rutan Cipinang. "Kalau di sini (RSKO Cibubur) seperti sedang dikantoran, ada jadwalnya setiap hari," ujarnya sembari tertawa. Sebelum di tahan karena penyalagunaan Narkotika di Rutan Cipinang, Trianto bekerja sebagai Pasukan Oranges (petugas kebersihan) di Pasar Minggu Jakarta Selatan.


Disimpulkan dari penuturan Trianto dan ibunya Surikah, setidaknya ada 3 (tiga) alasan, mengapa seorang terpidana pecandu narkotika lebih manusiawi menjalani rehabilitasi daripada dipenjara.


Pertama, terpidana narkotika mengatakan lebih nyaman karena mendapatkan pengobatan medis dari ketergantungan narkotika dan konseling selama proses rehabilitasi.


Kedua, keluarga terpidana (Surikah, Ibunya Trianto) mengakui lebih nyaman ketika berkunjung di Rumah Sakit (RSKO Cibubur) dibandingkan ketika mengunjungi anaknya (Trianto) semasih ditahan di rutan (Cipinang).


Ketiga, terpidana narkotika (Trianto) terlihat lebih sehat, postur dan berat badan mengalami perubahan yang lebih baik.


Menurut anda dari fakta-fakta ini, manakah yang lebih manusiawi bagi terpidana penyalahguna narkotika bagi diri sendiri, menjalani kurungan (penjara) atau menjalani rehabilitasi?


Berita Bankum Files Pilihan Buat Anda:

Jaksa Yakin Terdakwa Pemilik, Penasihat Hukum Bilang Pecandu, Mahkamah Agung Memutuskan

T#gs RSKO Cibuburpencandu narkotikarehabilitasi narkotika
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments