Kamis, 18 Okt 2018

Bawa Narkoba ke Tempat Hiburan, Awas Dipenjara Minimum 4 Tahun

Betty Maria Selasa, 24 April 2018 10:36 WIB
Larasonline.com

Ilustrasi Larangan Bawa Narkotika ke Tempat Hiburan

Jakarta.


Bila ada yang beranggapan tempat hiburan malam bebas dalam peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Mungkin anggapan itu perlu dipertimbangkan lagi kebenarannya. Hari Senin 20 November 2017 silam, petugas keamanan (security) sebuah tempat hiburan di Jakarta menangkap seorang perempuan berinisal SUM binti SU (33) dan seorang kekasihnya AR bin MJ (30) karena membawa narkotika jenis ekstasi sebanyak setengah butir untuk dikonsumsi sendiri didalam diskotik.


Sum binti SU dan AR bin MJ tidak berkutik saat petugas keamanan menggeledah kantong celananya. Secara jujur AR bin MJ mengaku ada setengah butir narkotika jenis ekstasi didalam kantong celananya. Petugas keamanan kemudian meminta AR bin MJ mengeluarkannya. Setelah melihat barang bukti ekstasi tersebut, petugas keamanan langsung menelepon petugas kepolisian.


Tidak butuh waktu lama, petugas kepolisian datang ke lokasi. Melakukan pemeriksaan awal dan langsung membawa AR bin MJ beserta SUM binti SU ke kantor kepolisian terdekat. Niat memadu kasih sambil menikmati musik disco berakhir ditahanan kantor polisi yang dingin.


Kisah AR bin MJ dan SUM binti SU terungkap dalam persidangan di Pengadian Negeri Jakarta Barat Senin 23 April 2018. Petugas kepolisian yang datang untuk menjemput AR bin MJ dan SUM binti SU dari tempat hiburan bersaksi dalam persidangan hari itu. Sidang ini yang keenam kalinya. Petugas kepolisian menceritakan bagaimana mereka mendapat telepon dari petugas keamanan sebuah tempat hiburan malam. Mendatangi lokasi dan membawa tersangka untuk menjalani proses hukum. "Sewaktu dilakukan tes urine, keduanya positif narkotika Pak" demikian jelas sang polisi.


AR bin MJ dan SUM binti SU didakwa secara bersama-sama dengan Dakwaan Subsidiaritas. Dakwaan Primair pelanggaran Pasal 114 ayat (1) Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman paling ringan lima tahun dan paling tinggi 15 tahun. Dakwaan Subsidair pelanggaran Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Narkotika yang ancaman hukumannya paling ringan empat tahun dan paling lama 15 tahun penjara.


Model dakwaan subsidiaritas mengakibatkan AR bin MJ dan SUM binti SU dihadapkan pada dakwaan yang terberat dahulu, bila tidak terbukti baru bisa dikenakan dakwaan yang lebih ringan. Hukuman minimal empat tahun penjara sudah menanti didepan mata.


SUM binti SU, wanita yang sudah memiliki seorang anak berumur 14 tahun, berharap bisa menjalani rehabilitasi, dan dijatuhi hukuman yang seringan mungkin. "Selama saya ditahan, anak saya dititipkan sama tetangga, saya sudah pisah dari suami sejak lama" jelas SUM binti SU.




Petugas kepolisian yang bersaksi dalam persidangan hari itu menutup keterangannya dengan menjawab pertanyaan Penasihat Hukum SUM binti SU dari LBH Trisila Jakarta. Penasihat Hukum menanyakan mengenai mengapa SUM binti SU tidak direkomendasi oleh penyidik untuk menjalani rehabilitasi, "SUM binti SU memang bukan termasuk jaringan peredaran gelap narkotika. Setelah tiba di kantor polisi, dilakukan tes urine dan hasilnya positif narkotika. Terdakwa SUM binti SU hanya pemakai narkotika. SUM binti SU tidak ada mengajukan permintaan rehabilitasi, sehingga penyidik tidak dapat memprosesnya" jelas saksi dari kepolisian tersebut.


Persidangan kemudian ditutup, untuk dibuka kembali hari Senin tanggal 30 April 2018 dengan agenda pemeriksaan saksi.


Gimana bro n sis, masih berani bawa narkotika ke tempat hiburan malam?



T#gs HukumanNarkotikaPecandu NarkotikaRehabilitasiUndang-undang NarkotikaUndang undang Narkotika
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments