Rabu, 15 Agu 2018
  • Home
  • Berita
  • Umum
  • Ayo Daftar Akreditasi OBH 2018, BPHN: Ada 7 Tahapan

Ayo Daftar Akreditasi OBH 2018, BPHN: Ada 7 Tahapan

Betty Maria Jumat, 27 Juli 2018 12:17 WIB
Koleksi Pribadi C. Kristomo

Photo: Kepala Bidang Bantuan dan Pelayanan Hukum BPHN, C. Kristomo.

 

 

 

Jakarta.



Pendaftaran bagi Organisasi Bantuan Hukum (OBH) baru dan lama akan segera dibuka. Kepala Bidang Bantuan dan Pelayanan Hukum BPHN, C. Kristomo (26/07/2018) menjelaskan jadwal pendaftaran verifikasi dan akreditasi bagi OBH baru akan dilaksanakan di tanggal 30 Juli - 20 Agustus 2018.


7 Tahapan Pendaftaran OBH


Ada 7 (tujuh) tahapan yang harus dijalani mulai dari pendaftaran sampai dinyatakan lulus dan menerima sertifikat akreditasi, yaitu:


1. Tanggal 30 Juli - 20 Agustus 2018 (15 hari kerja). Tahapan ini khusus bagi OBH baru. Ada dua kegiatan. Pertama, pendaftaran verifikasi dan akreditasi untuk OBH baru. OBH baru wajib mengisi aplikasi Sistem Informasi Database Bantuan Hukum (SID Bankum). Kedua, verifikasi atau pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan dokumen fisik di Kanwil Kemenkumham setempat. OBH baru datang ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM di daerahnya untuk pemeriksaan dokumen fisik sesuai dengan tanggal yang ditentukan oleh Kanwil Kementerian Hukum dan HAM setempat melalui aplikasi SID Bankum.


2. Tanggal 21 Agustus -12 September 2018 (15 hari kerja). Tahapan ini khusus untuk OBH terakreditasi yang akan mengikuti verifikasi dan akreditasi kembali. Ada dua kegiatan. Pertama, pendaftaran akreditasi ulang serta verifikasi atau pemeriksaan administrasi. OBH lama melakukan pendaftaran verifikasi dan akreditasi kembali melalui aplikasi SID Bankum. Kedua, pemeriksaan dokumen fisik di Kanwil. OBH lama datang ke Kanwil untuk pemeriksaan dokumen fisik dengan tanggal yang ditentukan oleh Kanwil melalui SID Bankum.


3. Tanggal 13 September - 28 September 2018, pemeriksaan faktual/survey Kantor OBH. Tahapan ini berlaku bagi OBH baru dan lama. Kelompok kerja pusat (Pokjapus) akan melakukan survei bersama Tim 7 dan beberapa Kanwil. Kelompok kerja daerah (Pokjada) melakukan survei bersama Pokjapus atau mandiri. Menginput hasil survei terhadap OBH baru apabila terdapat ketidaksesuaian antara data pendaftaran, dokumen fisik, dan survei lapangan. Khusus bagi OBH lama, dilakukan e-monev terhadap minimal 5% jumlah penerima Bantuan Hukum yang telah didampingi OBH lama.


4. Tanggal 01 Oktober - 12 Oktober 2018 (10 hari kerja). Ada tiga kegiatan dalam tahapan ini. Pertama, inventarisasi dan identifikasi hasil verifikasi dan akreditasi serta akreditasi ulang. Kedua, rekomendasi kelulusan OBH. Ketiga, pengakreditasi OBH bagi OBH baru dan OBH lama.


5. Tanggal 15 Oktober - 23 Oktober 2018 yakni Penetapan SK Menkumham tentang Kelulusan Pemberi Bantuan Hukum Periode 2019 - 2021.


6. Tanggal 24 Oktober - 02 November 2018 adalah Pembuatan Sertifikat Akreditasi Pemberi Bantuan Hukum periode 2019 - 2021.


7. Tanggal 05 November - 16 November 2018 yaitu Penyerahan Sertifikat Akreditasi Pemberi Bantuan Hukum periode 2019 - 2021. Sertifikat Akreditasi diserahkan oleh Kantor Wilayah Kemenkumham kepada Direktur atau Ketua Pemberi Bantuan Hukum (PBH).


Informasi Tambahan Dari BPHN


Khusus bagi OBH lama yang mengikuti reakreditasi, BPHN memperhitungkan juga mengenai kualitas layanan bantuan hukumnya. Untuk menilai kualitas layanan bantuan hukum dari OBH lama, BPHN menggunakan indeks kinerja OBH. Metodenya yaitu panitia pengawas daerah nanti akan mewawancarai 5% dari jumlah klien OBH. Misalnya satu OBH punya 100 klien, 5% diantaranya kemudian akan diwawancarai kemudian dibikin scoring 4 dimensi. Menurut Kristomo hal ini ada juga di SID Bankum.


Hasil scoringnya itu akan menentukan strukturnya buruk, cukup, baik. Empat dimensi scoring yaitu: Pertama, kepuasan klien. Kedua, masalah integritas. Ketiga, informasi mengenai tahapan perkara yang didampingi. Keempat, informasi tentang bantuan hukum.


"Jadi OBH nanti tahu persis apa yang diwawancarai, pertanyaannya apa, dan yang tidak OBH ketahui adalah siapa yang akan diwawancarai. Klien mereka (OBH) yang 5% tersebut akan diwawancarai. Intinya adalah kami ingin memastikan OBH itu memberikan layanan sesuai dengan standart yang ada di PP No.42 Tahun 2013", dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Bidang Bantuan dan Pelayanan Hukum BPHN itu.


Sebagai informasi penting lain menurut Kristomo untuk verifikasi dan reakreditasi yang harus dipahami bagi OBH baru dan lama adalah juklak verasi 2018 Nomor: PNH-HN.04.03-09 Tahun 2018 yang sudah diterbitkan BPHN dan disahkan tanggal 25 Mei 2018 oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Prof.Dr. Enny Nurbaningsih, S.H.,M.Hum. Kristomo menginformasikan untuk juklak verifikasi dan lain-lain itu sudah ada ditampilkan di aplikasi SID Bankum.


Baca juga:BPHN Terbitkan Juklak Verifikasi Organisasi Bantuan Hukum 2018


OBH baru dan lama yang akan mengikuti kegiatan verifikasi dan akreditasi tahun 2018 ini bisa mengakses langsung aplikasi SID Bankum di https://sidbankum.bphn.go.id/. Melalui aplikasi SID Bankum, OBH dapat memilih fitur Daftar Verasi pada pojok kanan atas. Lalu mengisi email yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk dipakai mendaftar akreditasi/verifikasi (disarankan tidak menggunakan email yahoo). Selanjutnya mengisi kata sandi dan mengetik ulang kata sandi, memilih wilayah, memasukkan recaptcha dan klik/pilih Daftar.


Meskipun fitur Daftar Verasi sudah tersedia dalam aplikasi SID Bankum, pendaftaran menggunakan aplikasi SID Bankum hanya baru bisa dilakukan mulai tanggal 30 Juli 2018.


Kristomo menjelaskan bahwa verifikasi/akreditasi secara online tahun ini (2018) merupakan yang kedua kali. Pertama kali tahun 2015. Sedangkan verifikasi tahun 2013 masih manual.


"Kami sudah mengantisipasi beberapa masalah yang muncul di tahun 2015, misalnya server, stabilitas aplikasi, dan lain-lain. Untuk OBH yang kesulitan internet, silakan datang ke Kanwil untuk menggunakan fasilitas wifi Kanwil", tutup Kristomo.

T#gs 405 OBH TerakreditasiAkreditasi OBH 2018Badan Pembinaan Hukum NasionalC. KristomoC KristomoSID Bankumorganisasi bantuan hukumverifikasi dan akreditasi
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments