Rabu, 15 Agu 2018

Asuransi Sinar Mas Kembalikan (Lagi) Ijazah Mantan Karyawan

Betty Maria Selasa, 05 Juni 2018 19:52 WIB
Larasonline.com

PT. Asuransi Sinar Mas (PT. ASM) melalui kuasa hukumnya Ariel,S.H., (kanan, kemeja ungu) mengembalikan ijazah Iren Kojongian yang diterima oleh Efniadiyansyah MS., S.H., kuasa hukum Iren, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Trisila Jakarta, Selasa 05 Juni 2018 di lantai 5 Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat.

Jakarta.


Hari Selasa tanggal 05 Juni 2018 adalah hari yang telah lama ditunggu Irene Kojongian, mantan karyawati di PT. Asuransi Sinar Mas (PT. ASM). Bertempat di lantai 5 Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta, PT ASM diwakili kuasanya menyerahkan ijazah asli milik Irene kepada Efniadiyansyah, SH, kuasa hukum Irene dari Lembaga Bantuan Hukum Trisila Jakarta.


Pengembalian ijazah asli milik Irene oleh PT ASM merupakan pelaksanaan dari Putusan PHI Jakarta tanggal 19 Desember 2016. Penyerahan ijazah asli Irene dilaksanakan dalam sidang aanmaning (peringatan) yang dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Sugiyanto, S.H., dan dihadiri Jurusita Asmawan.


Putusan PHI Jakarta ini berkekuatan hukum tetap setelah PT ASM menerima pemberitahuan putusan kasasi tanggal 22 Februari 2018. Mahkamah Agung menolak permintaan kasasi dari PT ASM melalui putusan yang dibacakan tanggal 07 Agustus 2017. Untuk melihatputusan kasasi Irene selengkapnya silahkan Klik Disini.


Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat melalui putusannya menyatakan setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan wajib mengembalikan ijazah karyawannya. Sejak mengalami PHK tanggal 20 Oktober 2015 sampai dengan pengembalian ijazah tanggal 05 Juni 2018, Ijazah Irene sudah dikuasai PT. ASM selama 2 tahun 7 bulan dan 16 hari.


Menurut Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Jakarta Pusat, Pengadilan mengabulkan sebagian dari gugatan Irene. Pengadilan menyatakan Irene berhak mendapatkan pesangon atas pemutusan hubungan kerja sebesar Rp. 8.625.000,- (delapan juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah). Pengadilan juga memerintahkan PT ASM untuk mengembalikan ijazah Irene tanpa dibebani suatu syarat apapun lagi.

Sebaliknya Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta menolak gugatan rekonvensi yang diajukan oleh PT ASM terhadap Irene. PT ASM dalam gugatan rekonvensinya meminta agar Pengadilan menyatakan PHK terhadap Irene tanpa pesangon sesuai Perjanjian Kerja yang ditandatangani Irene sebelumnya. ASM juga meminta agar Pengadilan menghukum Irene membayar uang kompensasi atas PHK kepada PT ASM sebesar Rp. 30.150.000,- (tiga puluh juta seratus lima puluh ribu rupiah). Ijazah Irene baru akan dikembalikan PT. ASM setelah menerima pembayaran uang kompensasi dari Irene.


Tidak menerima hasil putusan tersebut, PT. ASM lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Sesuai putusan kasasi pada tanggal 07 Agustus 2017 Mahkamah Agung menolak permintaan kasasi dari PT. ASM. Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta yang menyatakan ijazah mantan karyawan harus dikembalikan setelah pemutusan hubungan kerja.


Karena sampai dengan 30 Januari 2018, PT ASM belum mengembalikan ijazah Irene, LBH Trisila Jakarta mengajukan permintaan pelaksanaan putusan kepada Ketua Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta. Permintaan pelaksanaan putusan ditindaklanjuti PHI Jakarta dengan mengundang PT ASM untuk menerima aanmaning (peringatan) dalam sidang tanggal 05 Juni 2018. Dalam sidang aanmaning tersebut PT ASM diwakili kuasa hukumnya Ariel, S.H., mengembalikan ijazah Irene dan membayar pesangon sesuai putusan PHI Jakarta.




Irene Kojongian merupakan salah satu diantara karyawan-karyawan PT. ASM yang mengalami PHK dan ijazah aslinya ditahan, serta diwajibkan membayar uang kompensasi kepada PT ASM atas terjadinya PHK. Ijazah baru akan dikembalikan bila PT ASM sudah menerima uang kompensasi.


Dari sekian karyawan yang mengalaminya, hanya tiga orang karyawan yang memilih mengajukan gugatan. Irene, Ardi Selan dan Marselina masing-masing mengajukan gugatan atas penahan ijazah dan PHK tanpa pesangon di PHI Jakarta. Ardi Selan sudah lebih dulu menerima ijazah asli dari PT ASM pada tanggal 18 Mei 2018. Irene menerima pengembalian ijazah tanggal 05 Juni 2018. Namun Marselina sampai saat ini belum menerima pengembalian ijazah dan uang pesangon dari PT ASM meskipun putusan perkararanya sudah berkekuatan hukum sama seperti Irene dan Ardi Selan.


Efniadiyansyah, S.H., kuasa hukum Irene dari LBH Trisila Jakarta dihubungi melalui pesan singkat menyatakan mengapresiasi PT. ASM menghormati dan mau melaksanakan isi putusan Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta yaitu mengembalikan ijazah dan memberikan uang pesangon yang menjadi hak pekerja. "Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi perusahaan-perusahaan lain agar tidak melakukan hal serupa" tutup mantan pengurus Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia tersebut.


Berita Pilihan Untuk Anda :


Bolehkah Perusahaan Tahan Ijazah Setelah Karyawan di-PHK?


Karyawan di-PHK dan Wajib Bayar Kerugian Perusahaan, Pengadilan dan Akademisi Berpendapat Begini


Terima Aanmaning Dari Pengadilan, Perusahaan Asuransi Akhirnya Kembalikan Ijazah Mantan Pekerja


'Pekerja Menggugat' Penahanan Ijazah dan Kewajiban Bayar Kompensasi PHK Ke Perusahaan






T#gs aanmaningEfniadiyansyah MSGanti Rugi PHKLembaga Bantuan Hukum Trisila JakartaPHKPengadilan Hubungan Industrial Jakarta PusatPerusahaanTahan Ijazah Karyawan
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments