Kamis, 18 Okt 2018
  • Home
  • Berita
  • Umum
  • Ada Kesalahan Prosedur, PP GMKI Bentuk Tim Investigasi Tenggelamnya Kapal Penump

Ada Kesalahan Prosedur, PP GMKI Bentuk Tim Investigasi Tenggelamnya Kapal Penumpang di Danau Toba

Betty Maria Jumat, 22 Juni 2018 20:07 WIB
PP GMKI
Kolase Photo: Konferensi Pers Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (22/06/2018), atas tenggelamnya kapal penumpang di Danau Toba tanggal 18 Juni 2018 yang mengakibatkan korban jiwa ratusan orang.

Jakarta.

Tenggelamnya kapal penumpang di Danau Toba (18/06/2018) mengakibatkan korban jiwa ratusan orang. Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menyoroti adanya kesalahan prosedur dan kejanggalan sejak kapal berlayar, (yang berakibat kapal) tenggelam, (serta penanganan) proses pencarian dan penyelamatan di hari pertama. Hingga saat ini penanganan korban dan keluarga korban dinilai sangat lambat.


Pernyataan ini disampaikan Sahat Martin Philip Sinurat dalam konferensi pers yang digelar di Crisis Center Pengurus Pusat GMKI di Jalan Salemba Raya No.10 Jakarta pukul 15.00 Wib. Pernyataan pers ditandatangani Sahat Martin Philip Sinurat selaku Ketua Umum GMKI dan Alan Christian Singkali sebagai Sekretaris Umum.


Keadaan ini mendorong GMKI membentuk dan mengirimkan Tim Investigasi Independen ke Danau Toba tempat tenggelamnya KM Sinar Bangun di tanggal 18 Juni 2018 lalu. Selain itu GMKI membentuk Posko Konseling bagi keluarga korban.


"(Ada) banyaknya kapal milik perusahaan individu, dan instansi di kawasan Danau Toba bahkan ada juga beberapa helikopter yang ada di Sumatera Utara baik milik Polri, TNI, Basarnas, Individu, dan perusahaan swasta di sekitar Danau Toba, (namun mengapa) tidak bisa dilakukan pertolongan maksimal pada hari tenggelamnya KM Sinar Bangun" jelasnya.


GMKI juga mengimbau pemerintah agar melakukan audit lebih dini terhadap seluruh pelabuhan laut di Indonesia agar peristiwa yang dialami para korban KM Sinar Bangun tidak terulang kembali . Hal tersebut berkaitan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya yang menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan audit kelaikan kapal di tanggal 20 Juni 2018.


"Sangat disayangkan jika visi baik dari pemerintah khususnya Presiden Jokowi untuk membangun Poros Maritim Dunia dan Tol Laut, ternyata tidak bisa diterjemahkan secara lebih rinci dan teknis di tingkatan lapangan, apalagi kami menduga ada kebobrokan pengelolaan sistem pelayaran yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Kami menduga kondisi yang terjadi di Danau Toba, juga banyak terjadi di pelabuhan-pelabuhan lainnya di Indonesia" ditegaskan dalam siaran persnya.


PP GMKI menambahkan,"Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia akan menggunakan seluruh potensi organisasi yang ada di Sumatera Utara untuk melakukan langkah investigasi. Tim ini nantinya akan memberikan perimbangan informasi yang beredar tentang hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya kapal Sinar Bangun. Hasil dari investigasi ini kami akan sampaikan ke beberapa pihak terkait dan kami harapkan dapat memperjelas kondisi yang saat ini terjadi di Danau Toba, dan menjadi evaluasi berharga untuk memperbaiki sistem pelayaran di Indonesia".


Pengurus Pusat GMKI berharap dengan dibentuknya posko konseling untuk korban dan keluarga korban, dapat membantu keluarga korban dan meringankan beban kesedihan yang dirasakan keluarga korban. Keluarga korban yang saat ini mengalami tekanan kesedihan dan kelelahan bisa mendapatkan trauma healing.




T#gs GMKIKM Sinar BangunKapal Tenggelam di Danau Tobatim investigasi
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments